Featured

Travel Digital di Era Milenial – Traveling Jadi Lebih Mudah di Era Milenial

Keberadaan digital tourism menjadi salah satu senjata andalan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman). Selain digital tourism, program homestay, dan konektivitas udara adalah salah satu penunjang untuk merealisasikan target itu. Namun kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional juga tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder). Digital tourism menjadi upaya pemerintah menyesuaikan kondisi pasar yang sudah berubah. Sebab saat ini wisatawan melakukan perjalanan mulai dari mencari dan melihat-lihat informasi (look), kemudian memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online. Dengan kata lain kini wisman melakukan search and share menggunakan media digital.

Perlu diketahui bahwa kunjungan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara merupakan “nyawa” bagi keberlangsungan pariwisata di Indonesia. Wisatawan menjadi salah satu sumber devisa negara yang ditargetkan akan terus meningkat setiap tahunnya. Terhitung hingga tahun 2017 pendapatan dari potensi pariwisata Indonesia terus mengalami peningakatan dan hingga saat ini sudah menjadi penyumbang devisa negara terbesar setelah minyak bumi. Survei yang diadakan Topdeck Travel kepada 31.000 orang dari 134 negara berbeda, sebanyak 88 persen menyatakan telah menjelajah ke luar negeri sampai tiga kali dalam setahun dan 94 persennya merupakan rentang usia 18-30 tahun. Orang-orang muda dikatakan lebih tertarik untuk traveling ke luar negeri dibanding orang yang lebih tua.

Adanya pergeseran gaya hidup masyarakat yang saat ini sudah hidup berdampingan dengan ponsel pintar, seharusnya bisa menjadi terobosan baru bagi pemerintah untuk mendongkrak media digital sebagai media promosi pariwisata yang lebih efektif. Perilaku konsumen jaman sekarang tidak lagi datang ke agen-agen travel atau penyedia layanan paket pariwisata, karena semua kebutuhan travelling bisa mereka dapatkan dengan mudah secara digital. Terbukti dari semakin banyaknya pengguna aplikasi layanan reservasi tiket dan hotel tanpa harus datang ke kantor agen untuk bertransaksi manual. PBB bahkan mengatakan bahwa 20 persen dari seluruh wisatawan dunia merupakan mereka yang masih muda, para kaum millennial. Mereka jauh lebih tertarik traveling sebanyak-banyaknya ketimbang generasi yang lebih tua. Tak pelak hal tersebut turut membantu meningkatkan  pendapatan negara sebanyak 180 dolar per tahun, dan terus meningkat sejak 2007. Dalam industri pariwisata perubahan perilaku konsumen itu terlihat ketika search and share 70 persen sudah melalui digital. Industri travel agen sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata. Semua sudah berubah dengan digital.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan kunjungan wisatawan terbesar di dunia. Meskipun masih berada di bawah Thailand dalam hal pendapatan pariwisata daerah, namun cukup diakui bahwa potensi pariwisata daerah di negara ini masih bisa terus ditingkatkan. Dibandingkan generasi sebelumnya, millennial membuat gaya traveling jadi lebih menarik. Mereka bahkan membuat gaya tersendiri. Semisal persoalan keuangan yang pas-pasan, millennial sering mengakali pengeluaran selama traveling. Tiket promo pesawat dan tempat penginapan murah selalu jadi serbuan, pun dengan acara makan yang jauh dari restoran mewah. Tidak jarang mereka menginap di rumah warga atau di tempat-tempat umum demi menghemat isi dompet. Mereka juga mencintai tempat yang dinaungi Wi-Fi bersama. 

Agar berpindah ke suatu tempat, millennial dengan pintarnya menolak transportasi umum jika mampu disiasati dengan berjalan kaki. Semua dilakukan demi menekan biaya yang harus dikeluarkan saat berada di negeri orang dengan berjalan kaki, uniknya justru mampu menjadikan Millennial jauh lebih bebas dalam berekspresi dan bersosialisasi. Mereka meresap keindahan alam lebih lama, menjadi familiar dengan destinasi yang dituju, dan tak jarang mendapat teman baru saat perjalanan. Pengembangan aplikasi-aplikasi yang menyediakan informasi pariwisata daerah yang mencakup biaya perjalanan, tiket masuk, penginapan terdekat dan informasi lainnya juga bisa menjadi strategi jitu dalam mengoptimalkan pemasaran secara digital. Sebagian masyarakat tidak lagi berburu informasi melalui media cetak seperti koran, surat kabar ataupun brosur karena, hampir semua data dan informasi bisa secara mudah didapatkan melalui internet dan aplikasi dengan harga yang lebih murah.

BALI SEBAGAI DESTINASI PILIHAN DUNIA

Seiring dengan perubahan hirarki kebutuhan masyarakat dunia, aktivitas perjalanan internasional semakin berkembang dengan pesat. Motif bepergian biasanya hanya dua, berbinis atau berwisata. Baru-baru ini Mastercard meluncurkan hasil studi yang diberi judul ‘Global Destination Cities Index: Play‘, yang dibuat berdasarkan wawasan seputar tren perjalanan internasional selama hampir satu dekade. Indeks ini menampilkan daftar destinasi internasional dengan jumlah pengunjung tertinggi untuk berlibur dan relaksasi, dan bukan untuk keperluan bisnis.

Bali telah menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF-World Bank. Seluruh warga Indonesia tentu senang dengan status yang dimiliki Bali. Sebab, pujian ini punya posisi penting. Masuk sepuluh besar dunia otomatis menaikan confidence level, baik untuk Bali maupun Indonesia. Ini juga mendongkrak credibility, sehingga publik dunia tetap percaya pada Bali dan Indonesia. Posisi ini juga menjadi calibration untuk terus menaikan standard global destinasi di Indonesia Susah rasanya untuk memungkiri keindahan Bali.

Dunia pun mengakui itu. Buktinya, Pulau Dewata masuk dalam sepuluh besar destinasi terbaik versi Global Destination Cities Index (GDCI). Khusus kawasan Asia, Bali berstatus sebagai yang terbaik. Rilis destinasi favorit dunia ini, diluncurkan Mastercard. Ada sepuluh destinasi wisata favorit yang menjadi pilihan utama wisatawan dunia. Pulau Dewata ada di strip tujuh GDCI. Skor yang didapat 96,7 persen. President of Loyalty and Manager Services Mastercard Francis Hondal mengatakan, destinasi-destinasi ini dipilih karena unik. Berada di posisi tujuh, Bali hanya terpaut 0,1 dari Cancun (Meksiko) yang tepat berada di atasnya. Posisi teratas dipegang oleh Punta Cana (Dominika) dengan skor besar 99,9 persen. Cusco (Peru) berada di urutan dua dengan skor 98%. Benua Amerika mendominasi 10 besar GDCI dengan porsi 60%. Mastercard memiliki kriteria unik untuk menetapkan destinasi terbaik. Indeks mengacu pada beberapa destinasi yang jarang diketahui olah masyarakat internasional. Namun, tetap mengarah pada minat wisatawan atas ekowisata hingga wisata sejarah. Masuk penilaian juga terkait keindahan pantai dan adrenalin petualangannya. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, Bali memiliki karakter kuat. Hal ini juga yang membuatnya menjadi favorit.

Memasuki tahun 2006 ini Bali memasuki masa transisi bagi pemulihan pariwisata Bali setelah tragedi bom yang kedua. Semua elemen masyarakat bahu membahu untuk menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif supaya Bali tetap menjadi tujuan wisata favorit bagi wisman dari berbagai belahan dunia. Pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan akan menciptakan multiplier effect bagi sektor-sektor yang lain dan pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali secara keseluruhan.

Penampakan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dari udara usai diresmikan di Kuta Selatan, Bali, Minggu (25/09/2018). Patung setinggi 121 meter dengan lebar 64 meter tersebut resmi diresmikan dan menjadi patung tertinggi ketiga di dunia.

 Keberadaan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian Bali menjadikan industri keramahtamahan (hospitality) mempunyai peran yang sangat strategis. Namun semua pihak harus memiliki pemahaman komprehensif tentang kepariwisataan, sehingga bermanfaat sebesar-besarnya bagi kesejahtaraan bangsa secara merata dan tetap menjaga kelangsungan sumber daya yang ada agar bermanfaat bagi generasi mendatang. Demikian latar belakang digelarnya 1st Annual Hottelier Summit Indonesia 2019 yang digelar Global Hospitality Expert (GHE) di H Sovereign Bali. Mastercard ‘Global Destination Cities Index menunjukkan bahwa beberapa kota di seluruh dunia kini tengah mengikuti tren tersebut serta mengembangkan berbagai aktivitas yang menyenangkan dan seru untuk para wisatawan yang memiliki minat yang sama. Sebagai bagian dari komitmennya, Mastercard juga mendukung rencana Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam mencapai 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019. Di antaranya melalui kerja sama dengan beberapa mitra strategis untukterus memperbaiki infrastruktur pembayaran di Indonesia dengan menyediakan produk dan solusi pembayaran yang aman dan nyaman di Indonesia.

Selain itu perjalanan TripAdvisor meletakkan Bali di peringkat keempat dalam Top 25 Destinasi – dalam daftar Global 2018. Manajer destinasi TripAdvisor untuk Asia Utara, Gary Cheng, mengumumkan berita tersebut di Outlook Pariwisata Indonesia 2019. Deregulasi dalam acara Era Pariwisata Cyber ​​pada 27 November di Jakarta Indonesia menempati urutan keempat dari 25 tujuan teratas di dunia. Setiap tahun jutaan wisatawan menulis ulasan di situs TripAdvisor, yang semuanya kemudian dikompilasi dalam “Pilihan Wisatawan TripAdvisor”. Dari ulasan-ulasan tersebut inilah peringkat tersebut ditentukan. Bali menempati peringkat pertama pada daftar 2017. Sementara itu, daftar topper tahun ini Paris, Perancis, melompat dari tempat ketiga tahun lalu. Menawarkan lebih dari 315 juta pengguna, TripAdvisor saat ini berada di antara situs referensi paling populer untuk wisatawan yang sedang melakukan rencana perjalanan.

RENCANA USAHA – BISNIS RICE BOX

Zaman dan teknologi saat ini telah semakin maju, berbagai jenis makanan mudah diperoleh dengan cara menggunakan sekali klik pada handphone. Kemudahan tersebut menjadi permasalahan bagi mayoritas konsumen akan kandungan bahan pada makanan tersebut terjadi penyimpangan atau tidak misalnya penyimpangan dalam pembuatan bakso dengan penambahan zat kimia yaitu boraks untuk mempertahankan kekenyalan bakso. Penggunaan zat kimia makanan ini dapat digantikan dengan penggunaan bahan tambahan makanan yang sesuai dengan takaran yang akan menghasilkan produk yang aman bagi kesehatan. Mayoritas penduduk indonesia adalah golongan masyarakat kelas menengah ke bawah, dengan ini dapat disimpulkan bahwa dalam pemilihan makanan masyarakat lebih memilih makanan yang enak dan murah. Dua aspek tersebut membuat saya untuk meminimalisir biaya dalam pembuatan produk makanan dengan cara penggunaan bahan makanan yang mudah ditemukan di alam dan tidak tergantung dengan musim sehingga makanan tersebut aman bagi tubuh untuk konsumen.

Makanan yang sangat potensial bila saya mengembangkan usaha adalah Rice Box karena sebagian orang menyukai Rice Box karena ukurannya yang pas dan harga yang terjangkau. Rice Box tersedia dengan berbagai rasa, mulai dari Terayaki, Balado dan Bumbu Bali. Rice Box ini tersedia dengan berbagai rasa sehingga konsumen bisa memilih berbagai rasa sesuai selera. Selain itu, kemasan dan rasa Rice Box ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan semua umur. Rice Box dapat dinikmati ketika sedang berkumpul bersama dan dapat dijadikan buah tangan atau sajian saat acara ulang tahun maupun arisan sebagai sajian praktis yang murah dan aman.

Dengan alasan tersebut saya berniat untuk merintis usaha Rice Box yang bergerak di bidang makanan ringan. Kegiatan usaha ini bertujuan untuk mengembangkan bisnis homeindustry makanan dengan tujuan mendapat kepercayaan dan memenuhi keinginan konsumen. Usaha ini bergerak di bidang makanan yaitu pembuatan “RICE BOX”. Saya memilih usaha di bidang makanan karena usaha ini disesuaikan dengan kebutuhan dan dengan skill  yang saya miliki serta faktor pendukung yang memadai untuk megembangkan usaha ini.

Produk

Dalam usaha ini saya menawarkan produk yang memiliki berbagai variasi rasa seperti:

  1. Terayaki
  2. Balado
  3. Bumbu Bali

Dengan memiliki berbagai variasi rasa, konsumen dapat memilih varian rasa sesuai selera mereka masing-masing. Produk yang kami tawarkan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya seperti boraks, formalin, sianida, zat beracun dll, sehingga aman untuk dikonsumsi. Selain itu kami menawarkan produk tersebut dengan harga yang relatif terjangkau untuk konsumen dan menjamin kualitas dan kuantitas.

Kondisi Pasar

            Jika melihat pesaing-pesaing yang bergerak di bidang usaha yang sama, memang sudah cukup banyak. Tetapi, saya akan mensiasati dengan inovasi berbeda dari produk sebelumnya yang sudah ada dengan memberikan variasi rasa yang saat ini menjadi trend, dan menjamin kualitas dan kuantitas, harga yang terjangkau, aman dan sehat. Dari berbgai aspek tersebut, saya yakin bahwa produk tersebut akan mampu bersaing dan laku dipasaran.

Rencana Pemasaran

Saya akan memberikan produk secara gratis dan memberikan kuisioner berisi kelebihan dan kekurangan produk saya. Selanjutnya dengan usaha penjualan kleopatra sudah memiliki pelanggan tetap, saya akan menambahkan promosi dengan cara pembuatan brosur untuk mencari agen yang mau menjualnya, sehingga dapat membantu dalam mengembangkan usaha ini, membuka stan setiap berbagai event-event, menitipkan produk saya ke kedai-kedai, menerima delivery order, dan memanfaatkan media sosial sebagai media promosi produk kami, konsumen dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai produk saya secara detail. Saya akan memberikan pelayanan yang baik untuk mendapatkan kepuasan dan kepercayaan konsumen terhadap produk saya. Saya akan menerapkan sistem manajemen yang baik bagi setiap anggota dalam usaha ini agar usaha ini dapat berjalan dengan baik dan berkembang sesuai target.

Selain melakukan berbagai strategi pemasaran produk seperti diatas, saya akan mempromosikan usaha ini dengan cara menambah cabang baru untuk memperluas jangkauan yang sudah dimiliki. Dalam hal ini, dapat dengan memperluas usaha kleopatra ke berbagai-daerah lain, dengan harapan usaha ini akan lebih dikenal oleh masyarakat dan juga dapat menambahkan pendapatan serta dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan memperkerjakan karyawan yang baru.

Pengembangan produk dari usaha ini dapat menambahkan rasa dengan harga yang terjangkau, yang memberikan nilai lebih dimata para konsumen. Sehingga pengembangan produk semakin baik, dan tingkat ciri khas produk kita pun setiap harinya kian dikenal. Analisis Pasar dan Pemasaran usaha RICE BOX. Sasaran Konsumen dalam menjalankan usaha ini sasaran pembeli saya yaitu mencakup semua kalangan masyarakat, baik kalangan bawah, kalangan menengah dan kalangan atas. Dari semua kalangan tersebut sebagian besar mampu untuk membeli produk yang kami tawarkan, karna harga yang saya berikan pun cukup terjangkau untuk semua kalangan. Harga yang kami berikan yaitu Rp13.000/Pcs.

Dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Pariwisata – Pergeseran Gaya Hidup dan Cara Berwisata di Pada Revolusi Industri 4.0

Pengaruh dunia digital ini juga membawa dampak buat sektor pariwisata. Sewindu sudah revolusi industri 4.0 mulai bergerak sejak tahun 2011, ditandai dengan dibukanya pasar industri dengan pesaingan di era digital melalui berbagai pertukaran dan jual beli melalui internet maupun berbasiskan aplikasi, travel agen digantikan oleh online travel agen, tour guide digantikan guide berbasis sistem aplikasi seperti google maps, waze dan lain sebagainya. Serta produk-produk souvenir yang biasanya hanya dapat dijumpai di destinasi wisata setempat, kini dapat diakses dan bertebaran di online shop, layanan resepsionis digantikan oleh sistem operasi reservasi.

Studi menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang sangat penting dalam proses perencanaan perjalanan wisata. Wisatawan melakukan berbagai aktivitas didunia daring yang berkaitan dengan rencana perjalan wisatanya. Secara tradisional, proses pengambilan keputusan memilih lokasi tujuan wisata dilakukan melalui informasi dari mulut ke mulut atau dikenal sebagai Word of Mouth. Sebelum wisatawan memutuskan lokasi tujuan wisata, biasanya mereka akan mencari informasi terkait dengan lokasi tujuan melalui orang orang yang pernah mengunjunginya. Namun, kebiasaan ini telah berubah secara drastis ketika media sosial sudah menjadi konsumsi sehari hari masyarakat. Informasi dalam media sosial yang diunggah oleh pengguna, atau dikenal sebagai electronic Word of Mouth( eWOM), merupakan sumber informasi tentang lokasi kunjungan wisata yang biasa diakses oleh calon wisatawan. Informasi dalam media sosial ini, mampu menyediakan informasi yang bersifat non komersial, dan lebih lengkap karena dapat dilengkapi dengan berbagai gambar dan video. Kasus nyata adalah kunjungan wisatawan yang membludak ketika gambar sebuah kebun bunga Amarilis di Gunung Kidul disebarluaskan melalui media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang sangat penting untuk menarik minat wisatawan. Secara umum, peran media sosial dari perspektif wisatawan adalah membantu menyediakan informasi dan memudahkan pencarian informasi mengenai lokasi kunjungan wisata. Peran media sosial juga ditemukan selama proses perjalanan wisata berlangsung, seperti untuk mencari lokasi dan promo menarik yang ada.

Dengan adanya fenomena tersebut, satu hal yang pasti bahwa, ketika revolusi industri itu tiba di daerah-daerah, otomatis sistem pasar dari hulu ke hilir industri pariwisata yang dikenal dengan industri padat karya, akan terdampak dan akan habis dirambahnya. Kita sebagai masyarakat tidak perlu terkejut dengan fenomena ini, dikarenakan sebagian besar kita sudah mulai terbiasa dengan fenomena tersebut, dan juga sudah diterapkan baik diskala industrial maupun personal diberbagai kota di Indonesia.

Sebagai contoh di pulau penghasil devisa terbesar pariwisata wisata yaitu Bali, sudah dikembangkan aplikasi Bali Tour Guide untuk perangkat android yang memberikan informasi mengenai objek-objek wisata di Pulau Bali. Sedangkan di kota pelajar Pemda DIY sudah meluncurkan aplikasi yang bernama Jogja Istimewa guna menunjang mobilitas wisatawan berkunjung ke Jogja, dengan salah satu fitur CCTV disetiap sudut kota dapat diakses untuk mengetahui kondisi jalanan melalui aplikasi ini. Dengan bermodalkan internet, gadget atau smart phone, semua urusan traveling bisa dibereskan tanpa menggunakan tenaga manusia. Sudah saatnya kita masyarakat yang mempunyai pola pikir maju sadar dan membuka mata kita, kata-kata bombastis dan janji-janji manis berhenti diucapkan sambil menyusun strategi persiapan untuk perubahan era industri 4.0. Untuk itu, salah satu langkah yang jelas dan dapat diimplementasikan pada saat ini adalah dengan menginvestasikan generasi milenial menuju perubahan revolusi industri pariwisata kedepan, sehingga menguatkan prospek yang kita punyai agar mampu bersaingan secara global di bidang sumber daya manusia, yaitu generasi milenial yang kompeten di industri pariwisata.

Wisatawan milenial memang memiliki power yang cukup kuat di dunia pariwisata, karena mereka besar dan aktif di dunia maya, tapi belum dilayani dengan baik. Hal inilah yang akan dilakukan Kemenpar, yakni memfasilitasi kesediaan pariwisata terbaik bagi kaum milenial. Salah satunya dengan Millenial Tourism Corner. Millenial Tourism Corner adalah sebuah Program unggulan Tim Percepatan Pengembangan Millenial Tourism Kementerian Pariwisata Indonesia sebagai sarana Pendorong minat generasi milenial dalam keterlibatan pada Industri Pariwisata.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai