Seiring dengan perubahan hirarki kebutuhan masyarakat dunia, aktivitas perjalanan internasional semakin berkembang dengan pesat. Motif bepergian biasanya hanya dua, berbinis atau berwisata. Baru-baru ini Mastercard meluncurkan hasil studi yang diberi judul ‘Global Destination Cities Index: Play‘, yang dibuat berdasarkan wawasan seputar tren perjalanan internasional selama hampir satu dekade. Indeks ini menampilkan daftar destinasi internasional dengan jumlah pengunjung tertinggi untuk berlibur dan relaksasi, dan bukan untuk keperluan bisnis.

Bali telah menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF-World Bank. Seluruh warga Indonesia tentu senang dengan status yang dimiliki Bali. Sebab, pujian ini punya posisi penting. Masuk sepuluh besar dunia otomatis menaikan confidence level, baik untuk Bali maupun Indonesia. Ini juga mendongkrak credibility, sehingga publik dunia tetap percaya pada Bali dan Indonesia. Posisi ini juga menjadi calibration untuk terus menaikan standard global destinasi di Indonesia Susah rasanya untuk memungkiri keindahan Bali.

Dunia pun mengakui itu. Buktinya, Pulau Dewata masuk dalam sepuluh besar destinasi terbaik versi Global Destination Cities Index (GDCI). Khusus kawasan Asia, Bali berstatus sebagai yang terbaik. Rilis destinasi favorit dunia ini, diluncurkan Mastercard. Ada sepuluh destinasi wisata favorit yang menjadi pilihan utama wisatawan dunia. Pulau Dewata ada di strip tujuh GDCI. Skor yang didapat 96,7 persen. President of Loyalty and Manager Services Mastercard Francis Hondal mengatakan, destinasi-destinasi ini dipilih karena unik. Berada di posisi tujuh, Bali hanya terpaut 0,1 dari Cancun (Meksiko) yang tepat berada di atasnya. Posisi teratas dipegang oleh Punta Cana (Dominika) dengan skor besar 99,9 persen. Cusco (Peru) berada di urutan dua dengan skor 98%. Benua Amerika mendominasi 10 besar GDCI dengan porsi 60%. Mastercard memiliki kriteria unik untuk menetapkan destinasi terbaik. Indeks mengacu pada beberapa destinasi yang jarang diketahui olah masyarakat internasional. Namun, tetap mengarah pada minat wisatawan atas ekowisata hingga wisata sejarah. Masuk penilaian juga terkait keindahan pantai dan adrenalin petualangannya. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, Bali memiliki karakter kuat. Hal ini juga yang membuatnya menjadi favorit.

Memasuki tahun 2006 ini Bali memasuki masa transisi bagi pemulihan pariwisata Bali setelah tragedi bom yang kedua. Semua elemen masyarakat bahu membahu untuk menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif supaya Bali tetap menjadi tujuan wisata favorit bagi wisman dari berbagai belahan dunia. Pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan akan menciptakan multiplier effect bagi sektor-sektor yang lain dan pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali secara keseluruhan.

Keberadaan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian Bali menjadikan industri keramahtamahan (hospitality) mempunyai peran yang sangat strategis. Namun semua pihak harus memiliki pemahaman komprehensif tentang kepariwisataan, sehingga bermanfaat sebesar-besarnya bagi kesejahtaraan bangsa secara merata dan tetap menjaga kelangsungan sumber daya yang ada agar bermanfaat bagi generasi mendatang. Demikian latar belakang digelarnya 1st Annual Hottelier Summit Indonesia 2019 yang digelar Global Hospitality Expert (GHE) di H Sovereign Bali. Mastercard ‘Global Destination Cities Index menunjukkan bahwa beberapa kota di seluruh dunia kini tengah mengikuti tren tersebut serta mengembangkan berbagai aktivitas yang menyenangkan dan seru untuk para wisatawan yang memiliki minat yang sama. Sebagai bagian dari komitmennya, Mastercard juga mendukung rencana Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam mencapai 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019. Di antaranya melalui kerja sama dengan beberapa mitra strategis untukterus memperbaiki infrastruktur pembayaran di Indonesia dengan menyediakan produk dan solusi pembayaran yang aman dan nyaman di Indonesia.
